• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
15 dilihat       20 April 2026

Sektor Pertanian Indonesia Berhasil Tingkatkan Ekspor dan Capai Swasembada Pangan pada 2026

Maros, (20/4) – Transformasi sektor pertanian Indonesia menunjukkan hasil yang sangat masif dan menyeluruh. Melalui strategi orkestrasi besar dari hulu ke hilir, Indonesia kini mencatat fundamental ekonomi pertanian yang jauh lebih kuat, mandiri, dan kompetitif di kancah global.

Lompatan Ekspor dan Efisiensi Devisa

Kinerja perdagangan internasional sektor pertanian mencatatkan angka yang impresif:

  • Kenaikan Ekspor: Nilai ekspor (segar dan olahan) melonjak sebesar Rp166,71 triliun atau tumbuh 28,26 persen.
  • Penekanan Impor: Volume impor berhasil ditekan sebesar Rp41,68 triliun atau terkoreksi 9,66 persen.
  • Penghematan Devisa: Efisiensi devisa negara dari pengurangan impor mencapai Rp34 triliun.
  • Pendapatan Sektor: Total kenaikan pendapatan sektor pertanian menyentuh Rp437,25 triliun, didorong oleh produktivitas padi, jagung, komoditas non-pangan, serta ekspor.

Swasembada Beras dan Cadangan Pangan Nasional

Indonesia berhasil mengukuhkan kembali posisinya sebagai produsen beras terbesar di ASEAN melalui pencapaian swasembada hanya dalam waktu satu tahun.

  • Produksi Beras: Meningkat signifikan sebanyak 4,07 juta ton atau tumbuh 13,29 persen.
  • Rekor Cadangan Pangan: Per April 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencatatkan angka 4,8 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
  • Ketahanan Global: Di tengah penurunan harga beras dunia sebesar 44,2 persen, Indonesia tetap mampu bertahan secara mandiri dan menghentikan kebijakan impor beras.

Kesejahteraan Petani dan Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan sektor ini memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan para pelaku utama di lapangan: 

  • Rekor NTP: Nilai Tukar Petani (NTP) menyentuh angka 125,35, level tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan daya beli petani secara nyata.
  • Kontribusi PDB: Sektor pertanian tumbuh 5,74 persen pada tahun 2025, pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menjadikannya pilar utama ekonomi nasional.

Modernisasi dan Reformasi Struktural

Keberhasilan ini didukung oleh penerapan teknologi dan efisiensi operasional yang masif:

  • Efisiensi Produksi: Penggunaan benih unggul, mekanisasi (alsintan), pompanisasi, dan optimalisasi lahan berhasil menekan biaya produksi hingga 50 persen sambil meningkatkan produktivitas hingga 100 persen.
  • Hilirisasi Strategis: Fokus pada komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, dan sawit membuka potensi investasi ratusan triliun rupiah dan penyerapan jutaan tenaga kerja.
  • Reformasi Kebijakan: Penyederhanaan ratusan regulasi serta pemberantasan mafia pangan menjadi kunci kelancaran distribusi dan produksi dari hulu ke hilir.

“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” tegas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Dengan capaian komprehensif ini, Kementerian Pertanian optimistis Indonesia akan terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dunia dan kekuatan baru dalam perdagangan agrikultur global.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada Kementerian Pertanian berjudul "Ekspor Pertanian Melonjak, Impor Turun, Didukung Kinerja Sektor yang Kian Solid dan Menyeluruh".

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kick-Off Tanam Padi Modern "PM AAS" di Maros
    26 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Mentan Amran Ajak Mahasiswa Kembangkan Pertanian Indonesia
    19 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Kemandirian Energi dari Lahan Melalui B50 pada Alsintan dan Bioreaktor Biodiesel
    17 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Mengenal Kelas Kesesuaian Lahan, Kunci Optimasi Produksi Jagung Nasional
    15 Apr 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Kementerian Pertanian Pertanian Indonesia Swasembada Pangan

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved